GREENEVA Mendorong Penguatan Koordinasi Aksi Iklim melalui Implementasi CONNECT di Jawa Tengah
24 Agustus 2026 | By. Greeneva

Perubahan iklim tidak hanya membutuhkan target dan komitmen, tetapi juga dukungan perencanaan dan pembiayaan yang terarah. Integrasi antara perencanaan pembangunan, penganggaran, dan aksi iklim menjadi penting untuk memastikan komitmen pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang terukur serta dapat dipantau pelaksanaannya.
Salah satu instrumen yang mendukung proses tersebut adalah Climate Budget Tagging (CBT), yaitu mekanisme untuk mengidentifikasi dan menelusuri kegiatan serta alokasi anggaran yang berkaitan dengan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Melalui CBT, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai dukungan anggaran terhadap agenda perubahan iklim sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya.
Dalam perkembangannya, kebutuhan terhadap keterhubungan data dan proses menjadi semakin penting. Informasi mengenai aksi iklim, perencanaan pembangunan, penganggaran, hingga pelaporan perlu dapat digunakan secara lebih terintegrasi agar pengambilan keputusan tidak berjalan secara terpisah.
CONNECT: Menghubungkan Pembiayaan dengan Aksi Iklim
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementerian Keuangan mengembangkan CONNECT (Collaboration for New Environmental and Economic Transformation) sebagai inisiatif transformasi digital dan kolaboratif dalam pembiayaan aksi iklim. CONNECT mendukung beberapa aspek penting dalam pengelolaan pembiayaan perubahan iklim, meliputi integrasi data, Climate Budget Tagging, automasi, dan kolaborasi. Melalui pendekatan tersebut, proses identifikasi dan pengelolaan informasi terkait anggaran perubahan iklim diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi serta mendukung penguatan respons fiskal terhadap perubahan iklim.
Implementasi CONNECT juga memiliki arti penting bagi pemerintah daerah. Berbagai program yang berkontribusi terhadap mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dilaksanakan pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan diperlukan untuk memastikan proses Climate Budget Tagging dapat diterapkan secara selaras dengan perencanaan pembangunan daerah. Selain pembiayaan, keterhubungan dengan sistem pelaporan aksi pembangunan rendah karbon juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem aksi iklim. CONNECT juga tengah diupayakan untuk dapat terhubung dengan AKSARA (Aplikasi Perencanaan dan Pemantauan Rencana Aksi Nasional Rendah Karbon) dalam mendukung keterkaitan antara informasi pembiayaan dan pelaporan aksi pembangunan rendah karbon.
Dengan demikian, penguatan sistem dan koordinasi tidak semata-mata berkaitan dengan anggaran, tetapi juga bagaimana data, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan dapat saling terhubung dalam mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon dan aksi iklim.
Koordinasi Implementasi CONNECT di Jawa Tengah
Sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi CONNECT di tingkat daerah, rapat koordinasi implementasi CONNECT dan Climate Budget Tagging diselenggarakan di Jawa Tengah pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan OPD Provinsi, Bappeda, serta DLH Kabupaten/Kota, bersama Bappenas–LCDI dan Kementerian Keuangan. Forum ini menjadi ruang koordinasi antarpemangku kepentingan untuk membangun pemahaman yang selaras mengenai implementasi Climate Budget Tagging serta memperkuat keterkaitan antara agenda perubahan iklim dengan perencanaan dan penganggaran daerah.

Koordinasi ini menjadi penting mengingat aksi iklim melibatkan berbagai sektor dan perangkat pemerintahan. Sinergi antarpihak diperlukan agar informasi mengenai program, target, dan dukungan pembiayaan dapat dikelola secara lebih terarah serta mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat daerah. Dalam kegiatan tersebut, GREENEVA dipercaya untuk berperan sebagai moderator, memfasilitasi jalannya diskusi dan pertukaran perspektif antarpemangku kepentingan mengenai implementasi CONNECT dan Climate Budget Tagging di tingkat daerah. Peran ini menjadi bagian dari keterlibatan GREENEVA dalam mendukung forum yang mempertemukan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam agenda pembangunan rendah karbon dan aksi iklim.
Keterlibatan tersebut sejalan dengan pengalaman dan fokus kerja GREENEVA dalam inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK), Pembangunan Rendah Karbon (PRK), AKSARA melalui pelatihan dan pendampingan, serta manajemen karbon. Pengalaman tersebut memberikan konteks yang relevan bagi GREENEVA untuk terlibat dalam forum yang membahas keterkaitan antara data iklim, perencanaan pembangunan, pembiayaan, dan pelaporan. Melalui berbagai kegiatan pendampingan, pelatihan, dan keterlibatan dalam agenda lingkungan dan perubahan iklim, GREENEVA terus mendukung penguatan kapasitas serta kolaborasi para pemangku kepentingan. Bagi GREENEVA, penguatan aksi iklim membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, di mana setiap komponen pembangunan dapat saling mendukung dan menghasilkan aksi yang lebih terarah. Forum koordinasi implementasi CONNECT di Jawa Tengah menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Tidak hanya mengenai bagaimana anggaran ditandai sebagai anggaran iklim, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dapat mendukung perencanaan yang lebih responsif, pengambilan keputusan berbasis data, serta pelaksanaan aksi iklim yang dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
Pada akhirnya, penguatan aksi iklim membutuhkan keterhubungan dari hulu hingga hilir. Dari data, perencanaan, dan anggaran hingga aksi—semuanya perlu terkoneksi.