GREENEVA Goes to Campus: Menghubungkan Pengetahuan Akademik dengan Pengalaman Dunia Kerja
30 September 2026 | By. Greeneva

Memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan fase baru yang membawa banyak pertanyaan. Pengetahuan apa yang akan digunakan? Kompetensi apa yang perlu dikembangkan? Dan seperti apa dunia kerja yang akan dihadapi setelah meninggalkan bangku kuliah?
Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika dunia kerja terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi, kebutuhan industri, perubahan pola kerja, serta meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan turut memengaruhi kompetensi yang dibutuhkan oleh tenaga profesional.
Pengetahuan akademik tetap menjadi salah satu fondasi penting. Namun, kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut, beradaptasi dengan kebutuhan pekerjaan, berkomunikasi, bekerja sama lintas bidang, serta terus belajar juga menjadi bagian penting ketika seseorang mulai memasuki dunia profesional.
Hal tersebut juga terlihat pada bidang lingkungan. Perkembangan isu perubahan iklim, pengelolaan sumber daya, kepatuhan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, hingga Environmental, Social, and Governance (ESG) membuat kebutuhan terhadap perspektif lingkungan semakin luas. Kontribusi terhadap keberlanjutan pun tidak selalu harus datang dari pekerjaan yang secara langsung menggunakan label “lingkungan”.
Green Career: Tidak Harus Berpindah Bidang untuk Berkontribusi
Green career sering kali diasosiasikan dengan pekerjaan yang secara langsung bergerak di bidang lingkungan atau keberlanjutan. Padahal, kontribusi terhadap keberlanjutan dapat hadir melalui berbagai profesi dan sektor.
Seorang profesional dapat membawa perspektif keberlanjutan melalui bidang yang ditekuni, baik dalam pengambilan keputusan, pengelolaan data, pengembangan produk, efisiensi proses, perencanaan, komunikasi, maupun berbagai peran lainnya.
Hal tersebut membuat perjalanan menuju green career tidak selalu berarti harus mengubah bidang yang telah dipelajari. Yang juga penting adalah bagaimana seseorang mengenali keterampilan yang dimiliki, memahami kebutuhan dunia kerja, dan menemukan cara untuk menghubungkan kompetensi tersebut dengan tantangan yang dihadapi.
Bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia profesional, pemahaman tersebut dapat membantu melihat pilihan karier secara lebih luas. Perjalanan karier tidak selalu berjalan lurus sesuai dengan jurusan atau pekerjaan pertama. Pengalaman, keterampilan, dan proses belajar dapat terus berkembang seiring perjalanan seseorang di dunia kerja.
GREENEVA Goes to Campus
Berbagi perspektif mengenai dunia kerja dan perjalanan green career tersebut menjadi bagian dari keterlibatan GREENEVA dalam Workshop Pengembangan Karier Akademik FMIPA UNNES Periode 142 yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Jumat, 19 September 2026.
Mengangkat tema “From Campus to Green Career: Menjembatani Pengetahuan Akademik dan Kompetensi Dunia Kerja”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi antara akademisi dan praktisi mengenai perjalanan dari lingkungan kampus menuju dunia profesional.
Dalam kegiatan tersebut, Cintiya Egi Purwadi, S.Ling, Environmental Technical Staff PT Green Environesia Cendekia, turut hadir sebagai salah satu pembicara. Berangkat dari pengalaman bekerja di bidang konsultansi lingkungan, Cintiya berbagi mengenai perjalanan dari dunia akademik menuju dunia profesional serta pengalaman bekerja di bidang lingkungan.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan pilihan profesi di bidang lingkungan, tetapi juga mengenai bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan dalam pekerjaan. Pengalaman dalam mengolah dan menganalisis data, memahami regulasi, menyusun kajian, hingga berkomunikasi dengan berbagai pihak menjadi bagian dari kompetensi yang terus berkembang ketika memasuki dunia kerja.
Berbagi pengalaman tersebut juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa dunia kerja tidak selalu memiliki jalur yang seragam. Setiap orang dapat memiliki perjalanan yang berbeda, menemukan bidang yang sesuai melalui pengalaman, serta mengembangkan kompetensi seiring dengan kebutuhan pekerjaan.
Menghubungkan Kampus dan Dunia Profesional
Hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja menjadi penting untuk membantu mahasiswa memahami bahwa kesiapan karier bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan dan keterampilan terus dikembangkan dan diterapkan.
Interaksi dengan praktisi dapat memberikan gambaran mengenai dinamika pekerjaan yang mungkin belum sepenuhnya terlihat selama berada di bangku kuliah. Sebaliknya, pertemuan dengan mahasiswa juga memberikan ruang bagi dunia profesional untuk mendengar perspektif generasi yang akan menjadi bagian dari dunia kerja berikutnya.
Bagi GREENEVA, keterlibatan dalam kegiatan akademik merupakan bagian dari upaya untuk menghubungkan pengetahuan dengan penerapan nyata. Sejalan dengan semangat “Turning Knowledge into Sustainable Action”, GREENEVA melihat pengetahuan bukan hanya sebagai sesuatu yang dikembangkan dan dibagikan, tetapi juga sebagai dasar untuk menghasilkan tindakan dan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Semangat tersebut juga menjadi salah satu alasan GREENEVA terus membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dan akademisi. Pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan profesional membuka ruang untuk mempertemukan riset, pengalaman praktis, dan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui kolaborasi tersebut, GREENEVA tidak hanya berbagi pengalaman mengenai dunia kerja, tetapi juga terus belajar dari perkembangan ilmu pengetahuan dan hasil riset yang dihasilkan oleh lingkungan akademik. Hubungan dua arah ini menjadi bagian penting dalam mendorong pendekatan lingkungan dan keberlanjutan yang lebih aplikatif.
Workshop Pengembangan Karier Akademik FMIPA UNNES Periode 142 menjadi salah satu ruang bagi GREENEVA untuk menjalankan semangat tersebut—berbagi pengalaman, bertukar perspektif, dan mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas dunia profesional.
Pada akhirnya, perjalanan from campus to green career bukan tentang menemukan satu pekerjaan yang “paling hijau”, tetapi tentang bagaimana setiap individu dapat membawa pengetahuan, kompetensi, dan perspektif keberlanjutan ke dalam pekerjaan yang dipilihnya.
Karena pengetahuan akan semakin berarti ketika dapat diterjemahkan menjadi aksi yang memberikan dampak berkelanjutan.