GREENEVA Berpartisipasi dalam GREENOVA 2026: Penguatan Kolaborasi Ilmiah untuk Inovasi Lingkungan dan Pembangunan Rendah Karbon

29 Juni 2026 | By. Greeneva

 

GREENEVA turut berpartisipasi dalam The 1st Global Conference on Environmental, Energy, and Natural Resources Innovation for Sustainable Development (GREENOVA 2026), sebuah konferensi ilmiah internasional yang menjadi forum strategis untuk pertukaran pengetahuan, riset, dan inovasi di bidang lingkungan, energi, dan sumber daya alam berkelanjutan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan mengangkat tema “Advancing Environmental, Energy, and Natural Resources Innovation for Sustainable Development”. Konferensi ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait perubahan iklim, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan berbasis sains.

GREENOVA 2026 dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, hingga pelaku industri dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai institusi mitra, di antaranya IPB University, Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Prince of Songkla University, serta Hokkaido University (Jepang), yang memperkuat posisi GREENOVA sebagai platform ilmiah berskala regional dan global.

Sejumlah keynote speaker internasional turut hadir memberikan perspektif ilmiah, di antaranya Prof. Nathan G. Swenson (University of Notre Dame, USA), Assoc. Prof. Tatsuhiro Ezawa (Hokkaido University, Japan), Prof. Rajkishore Nayak (RMIT University, Vietnam), serta Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (IPB University, Indonesia), yang membahas isu-isu strategis terkait ekologi, inovasi lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Partisipasi GREENEVA dan Kontribusi Kajian Ilmiah

Dalam kegiatan ini, GREENEVA berpartisipasi aktif dalam sesi ilmiah dan diskusi, serta memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang lingkungan. GREENEVA sendiri merupakan konsultan lingkungan dan keberlanjutan yang berfokus pada penyusunan kajian lingkungan, strategi pembangunan rendah karbon, serta penguatan implementasi kebijakan Environmental, Social, and Governance (ESG) berbasis data dan pendekatan ilmiah.

Sebagai bagian dari kontribusi ilmiah dalam konferensi ini, GREENEVA mempresentasikan kajian berjudul “Spatial Analysis of GHG Emission Patterns and Low Carbon Development Governance Gaps in a Global South Province: Evidence from Central Java, Indonesia”. Kajian ini mengkaji pola spasial emisi gas rumah kaca (GRK), efektivitas implementasi pembangunan rendah karbon (Low Carbon Development/LCD), serta kesenjangan tata kelola dan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) di tingkat sub-nasional.

Hasil kajian menunjukkan bahwa emisi GRK di Jawa Tengah masih didominasi oleh sektor energi dengan kontribusi sekitar 80,5%, yang menunjukkan peran signifikan sektor tersebut dalam struktur emisi daerah. Di sisi lain, implementasi aksi mitigasi pembangunan rendah karbon baru mencapai sekitar 15,38 juta ton CO₂e atau 16,5% dari target tahun 2025, sehingga masih terdapat kesenjangan antara target kebijakan dan capaian aktual di lapangan.

Selain itu, sektor Forestry and Agriculture tercatat sebagai sektor dengan potensi penyerapan karbon yang signifikan, namun sektor pertanian juga menunjukkan tingkat cost-effectiveness tertinggi dalam upaya mitigasi emisi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sektor prioritas dalam perencanaan strategi penurunan emisi.

Kajian tersebut juga mengidentifikasi bahwa variasi spasial antar wilayah sangat mempengaruhi pola emisi, sehingga strategi mitigasi tidak dapat diterapkan secara seragam, melainkan perlu berbasis karakteristik wilayah (location-specific mitigation strategy). Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi meliputi keterbatasan sistem MRV, ketidakkonsistenan data antar wilayah, serta masih rendahnya integrasi peran sektor swasta dalam mendukung aksi mitigasi.

Temuan dalam GREENOVA 2026 menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya tantangan krisis iklim global, termasuk percepatan peningkatan emisi, tekanan urbanisasi, serta kebutuhan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Di Indonesia, tantangan utama tidak hanya terletak pada penyusunan target kebijakan, tetapi juga pada efektivitas implementasi, konsistensi data, serta penguatan koordinasi lintas sektor dan wilayah.

Partisipasi GREENEVA dalam GREENOVA 2026 merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi ilmiah di bidang lingkungan dan keberlanjutan.

Melalui keterlibatan ini, GREENEVA menegaskan perannya dalam mendorong pengembangan strategi pembangunan rendah karbon berbasis sains, penguatan analisis lingkungan berbasis data spasial, serta peningkatan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor profesional. Sinergi dengan Universitas Negeri Semarang, khususnya Program Studi Ilmu Lingkungan, juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktisi untuk menghasilkan solusi lingkungan yang aplikatif dan berdampak.

Dengan demikian, keikutsertaan GREENEVA dalam GREENOVA 2026 tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmiah, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim di Indonesia.