KONTRIBUSI DAERAH DALAM PEMBANGUNAN RENDAH KARBON

16 Mei 2026 | By. Harita Raksa

Monitoring dan evaluasi (Monev) menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan rendah karbon berjalan efektif dan sesuai target penurunan emisi. Sistem monitoring yang baik membantu pemerintah daerah mengukur capaian program, mengevaluasi efektivitas kegiatan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Greeneva mendukung implementasi pembangunan rendah karbon di daerah melalui pendampingan dan pelatihan penggunaan platform AKSARA (Aplikasi Perencanaan dan Pemantauan Aksi Pembangunan Rendah Karbon) kepada pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perangkat daerah dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi program secara lebih terstruktur, transparan, dan berbasis data.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi melalui platform AKSARA, Provinsi Jawa Tengah secara kumulatif telah mencapai penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 38,81 juta ton CO₂eq hingga tahun 2025, atau setara dengan 41,53% dari target penurunan emisi daerah. Penurunan emisi tersebut berasal dari berbagai sektor, meliputi energi, limbah, lahan, kawasan pesisir dan kelautan, transportasi, serta industri. Dari seluruh sektor tersebut, sektor kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan capaian penurunan emisi mencapai 23,16 juta ton CO₂eq. Sementara itu, berdasarkan analisis biaya penurunan emisi (abatement cost), kegiatan peningkatan cadangan karbon tanaman pertanian tercatat sebagai intervensi paling efisien dengan biaya sebesar Rp1.302,88 per ton CO₂eq. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis data dalam membantu pemerintah daerah menentukan prioritas program mitigasi yang efektif dan optimal secara biaya.

Pendanaan untuk mendukung penurunan emisi di Provinsi Jawa Tengah berasal dari berbagai sumber, antara lain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sektor swasta, hibah luar negeri, serta pinjaman luar negeri. Dari seluruh sumber pendanaan tersebut, APBD Provinsi menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp27,34 triliun. Capaian ini mencerminkan kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung implementasi aksi mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Ke depan, keterlibatan sektor swasta dan pelaku usaha masih memiliki potensi besar untuk terus diperkuat dalam mendukung percepatan target penurunan emisi di daerah. Melalui pengalaman dalam penguatan sistem monitoring, pengelolaan data emisi, dan pendampingan implementasi pembangunan rendah karbon, Greeneva terus berkomitmen mendukung pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan rendah karbon di Indonesia.